To Everna and Beyond!

An exploration of Fantasy and Science Fiction Worlds in literature and multimedia entertainment
The official blog and novelblog for Evernade Saga and FireHeart Saga by Andry Chang

"Come forth, Paladins! Fulfill your destiny!"

Explore Worlds in Clicks

FireHeart Highlights!

Showing posts with label short stories. Show all posts
Showing posts with label short stories. Show all posts

Thursday, August 13, 2015

FANTASY STORIES AND WATTPAD LINKS Update August 2015


FANTASY STORIES AND WATTPAD LINKS Update August 2015
Source: http://www.goodreads.com/topic/show/863298-request-corner-tempat-sharing-link-menuju-tulisanmu

Seven Serpents by Caviar
https://www.wattpad.com/story/47177777-seven-serpents/parts

Aphrozeina by Florensia
https://www.wattpad.com/story/42951813-aphrozeina
Based on Greek Mythology.

Lorelei: The Angel of Death by Florensia
https://www.wattpad.com/story/28365731-lorelei-the-angel-of-death
Based on Hebrew Mythology.

Perjalanan Sang Waktu by Kristiyana
http://perjalanansangwaktu.blogspot.com

Tales of Elementiera: Desert Ghost by Xeno
http://princexeno.wordpress.com/category/tales-of-elementiera-desert-ghost/

Contra Mundi : Putra Bumi by Manikmaya
http://www.wattpad.com/story/1825266-contra-mundi-putra-bumi

RINGKASAN :
Mahija Nandi, seorang pemuda yang melarikan diri dari hiruk-pikuk dunia dan memilih berlindung di balik kehidupan spiritual dipaksa keluar dari kehidupan tenang yang selama ini ia jalani. Sebuah takdir aneh membawanya untuk bertemu kembali dengan orang yang membunuh ayahnya bertahun-tahun yang lalu dan kini mengincar saudara-saudaranya.

Contra Mundi II - Anak-Anak Manusia by Manikmaya
http://www.wattpad.com/story/4553419-contra-mundi-ii-anak-anak-manusia

RINGKASAN :
Tan Ying Go, komandan peleton 3 Satuan Komando Wilwatikta, harus menghadapi bahwa dunia yang ia diami bukanlah dunia yang pernah ia kenal. Sekumpulan makhluk misterius semacam mayat hidup yang disebut 'kunarpa' mulai keluar dari dalam tanah dan meneror seluruh dunia, termasuk negerinya. Pertempuran di selatan daerah yang dahulu disebut kota Semarang membuat seluruh peletonnya disapu habis, namun di tengah-tengah kondisi genting itu ia diselamatkan oleh seorang misterius bernama Sanjaya. Sanjaya memberinya dua pilihan, menghilang dari antara orang-orang hidup dan menemukan sumber kehancuran dunianya, atau tetap tinggal di antara dunia yang ia kenal dan menyaksikan dunianya hancur perlahan-lahan.


BOTS by Ahmad
http://www.wattpad.com/story/7780511-bots
Summary: Tiga bulan sebelumnya, konflik terbuka antara manusia dengan Android terjadi di Dunia Barat. Konflik tersebut berlangsung dengan sengit, lalu berhenti dengan sangat mendadak, bersamaan dengan lenyapnya banyak Android, bubarnya kelompok mereka, dan hilangnya para pemimpinnya.
Android yang tersisa mencoba melanjutkan hidup, sama halnya dengan manusia. Sejenak, kedamaian kembali. Hingga suatu hari, di sebuah kota, ribuan kilometer dari Dunia Barat, seorang anak perempuan terbangun dengan nasib milyaran jiwa di kedua tangannya.


---------------------


FEATURED FANTASY-FICTION AND FICTION WORKS
By Andry Chang and Friends

EVERNA SAGA Works by Andry Chang

FIREHEART Legend of the Paladins
(a.k.a. Book One - The Bounty Hunters)
Novelblog: http://fireheart-vadis.blogspot.com/search/label/fireheart%20ep3book1
Wattpad (Online): http://www.wattpad.com/story/41779689-fireheart-legend-of-the-paladins
Paperback (Indonesian): https://www.goodreads.com/book/show/7124797-sang-pemburu
PC Game: http://rpgmaker.net/games/1925/

FIREHEART Masks of the Soul (Book Two)
Novelblog: http://fireheart-vadis.blogspot.com/search/label/fireheart%20ep3book2

FIREHEART The Lion, the Eagle and the Serpent (Book Three)
Novelblog: http://fireheart-vadis.blogspot.com/search/label/fireheart%20ep3book3

EVERNA SAGA Morfs
Online Excerpts (Indonesian): http://gwp.co.id/everna-saga-morf-andry-chang/


EVERNA SAGA Collaborative Works (Indonesian Language)

EVERNA SAGA Hikayat Tiga Zaman
Wattpad (Online): http://www.wattpad.com/story/28234929-everna-saga-hikayat-tiga-zaman
Fantasindo: http://fantasindo.blogspot.com/2014/12/everna-saga-hikayat-tiga-zaman.html

EVERNA SAGA lintas.masa
Wattpad (Online): http://www.wattpad.com/story/34476299-everna-saga-lintas-masa

EVERNA SAGA arung.semesta
Wattpad (Online): http://www.wattpad.com/story/40257216-everna-saga-arung-semesta

EVERNA SAGA Barat dan Timur
Online Excerpts: http://gwp.co.id/everna-saga-barat-dan-timur/

EVERNA SAGA Utara dan Selatan
Online Excerpts: http://gwp.co.id/everna-saga-utara-dan-selatan/


Stand-Alone Fantasy Anthologies and Novels (Indonesian Language)

DUNIA DALAM DUNIA Andry Chang
Wattpad (Online): http://www.wattpad.com/story/31061078-dunia-dalam-dunia
Fantasindo: http://fantasindo.blogspot.com/2014/11/dunia-dalam-dunia-andry-chang.html

QI XI Bunga Rampai Asmara - Andry Chang dkk.
Paperback: https://www.goodreads.com/book/show/16078830-qi-xi---bunga-rampai-asmara

LOVE AROUND YOU (Romance, Semi/Non-Fantasy) - Andry Chang dkk.
Paperback: https://www.goodreads.com/book/show/17450961-love-around-you

MAGICAL STORIES - Andry Chang dkk.
Paperback: https://www.goodreads.com/book/show/17839999-magical-stories

Wednesday, November 08, 2006

Pencuri Yang Insyaf

Tales of Eternia: FireHeart Mini-Story (in Indonesian Language) for kids.
Pencuri Yang Insyaf

Alkisah di kerajaan Halethia, hiduplah seorang pencuri yang amat terkenal, Melvin namanya. Dia adalah pencuri yang amat ditakuti karena sering mencuri dari rumah-rumah para bangsawan dan orang-orang kaya. Walaupun yang dicurinya dari tiap rumah hanya satu-dua barang berharga, banyaknya rumah dan kastil yang disatroni olehnya membuat Melvin menjadi penjahat paling dicari di kerajaan itu.

Suatu malam, Melvin sedang mencuri di sebuah kastil saat ia dipergoki oleh anak gadis tuan rumah. Si gadis bangsawan ketakutan dan ingin berteriak, tapi Melvin dengan cepat menutup mulut si gadis dan mengancamnya dengan menempelkan pisau belati di tenggorokan gadis itu.

“Jangan coba-coba berteriak. Saya ini pencuri, tapi saya bukan pembunuh. Kalau kau membiarkan saya lari, saya tidak akan membunuhmu,” bisik Melvin.

Karena ketakutan, si gadis mengangguk tanda setuju. Perlahan-lahan Melvin berjalan menuju jendela kastil, dan saat dia sampai di jendela dia melepaskan gadis itu, lalu menuruni dinding kastil dengan tali yang sudah disiapkannya. Tapi malang baginya, saat sampai di bawah dia sudah dikepung beberapa pengawal bersenjata lengkap. Melvin akhirnya menyerah.

Sebagai pencuri terkenal, Melvin dibawa ke ibukota untuk diadili oleh ratu negeri Halethia, Ratu Urlisse. Saat melihat si pencuri terbelenggu tak berdaya, Sang Ratu dengan heran bertanya, “Melvin Ehlreid, selama ini kamu terkenal sebagai pencuri yang gesit dan tidak pernah tertangkap. Mengapa kali ini kamu bisa ditangkap dengan mudah?”

Dengan suara lemah namun tegas, Melvin menjawab, “Itu karena hamba menaruh belas kasihan pada gadis yang memergoki hamba. Hamba ini memang pencuri, Yang Mulia, tapi hamba tidak pernah membunuh seorangpun.”

Ratu Urlisse menatap Melvin dengan pandangan ragu, lalu bertanya lagi dengan nada menyelidik, “Hmmm... memang benar tidak ada seseorangpun yang kamu bunuh selama ini, dan menurut saya kamu tidak kelihatan seperti pencuri. Lantas mengapa kamu nekad melakukan tindakan yang merugikan hak milik orang lain seperti ini?”

“Ampun, Yang Mulia,” jawab Melvin, “Sebenarnya saya seorang petani, namun masa kekeringan yang panjang ditambah pajak yang sangat tinggi dari tuan tanah menyebabkan desa dan keluarga saya menderita kelaparan, sampai akhirnya ayah dan ibu meninggal. Sejak saat itulah saya nekad mencuri dari para bangsawan yang telah memeras kami, dan membagikan hasilnya pada orang-orang miskin, dan menyisakan sedikit untuk diri saya sendiri untuk melewatkan hari. Itulah satu-satunya hal yang dapat saya lakukan untuk mengubah nasib saya, desa saya dan orang-orang yang menderita di bawah penindasan tuan tanah.”

Sang Ratu tertegun mendengarkan penjelasan Melvin, dan setelah mempertimbangkannya sejenak, akhirnya mengambil keputusan.

“Melvin Ehlreid, kamu terbukti bersalah telah melakukan banyak pencurian dan merugikan orang lain, dan hukuman untuk kejahatan ini adalah hukuman mati.”

Melvin terhenyak. Pikirnya, inilah akhir perjuangannya. Ratu Urlisse melanjutkan, “Namun, setelah memperhatikan dan mempertimbangkan pembelaanmu, saya memutuskan untuk meringankan hukumanmu. Kamu akan diasingkan ke perbatasan dan tidak diizinkan masuk ke ibukota. Dan bilamana kamu kedapatan mencuri lagi atau melakukan kejahatan apapun, hukuman mati mutlak menantimu. Keputusan Ratu Halethia adalah undang-undang tak terbantahkan.”

Raut lega tercermin di wajah Melvin setelah mendengar titah Sang Ratu. Walau dia akan jauh dari ibukota, setidaknya inilah kesempatan baginya untuk menempuh jalan hidup baru yang jauh dari kejahatan dan dunia hitam.

Beberapa tahun sesudah pengadilan itu, Melvin tinggal di perbatasan dan bercocok tanam seperti semula. Untunglah pajak di perbatasan tidak tinggi, hingga Melvin dapat menabung dan membina keluarga. Keinginan untuk mencuri lagi telah dibuangnya jauh-jauh.

Suatu hari Melvin baru pulang dari ladang gandumnya setelah bekerja keras seharian. Tiba-tiba dia melihat sesosok wanita sedang berlari, dikejar oleh seorang pria bertampang kasar dari kejauhan. Wanita itu berbelok dan masuk ke semak-semak rimbun untuk bersembunyi. Melvin lewat di depan semak-semak itu, dan tak lama kemudian si pria bertampang kasar berpapasan dengan Melvin dan menghardik dengan kasar,

“Hey, bung! Apa kamu melihat wanita bertudung lewat di jalan ini?”

Melvin yang terketuk nuraninya untuk menolong mereka yang lemah menjawab dengan tenang, “Ya, tentu saja. Dia pergi ke arah sana,” sambil menunjuk ke ujung jalan di belakangnya.

“Oh, baik. Awas, kalau kamu coba-coba berbohong...” Setelah berkata begitu, si pria kasar menggeser jari telunjuk di depan tenggorokannya dengan isyarat yang berarti ancaman kematian, lalu berlari pergi ke arah yang ditunjuk Melvin. Setelah orang itu sudah cukup jauh, Melvin bicara ke arah semak-semak tempat persembunyian wanita itu.

“Kau bisa keluar sekarang. Keadaan sudah aman. Pengejarmu sudah jauh.”

Si wanita langsung saja keluar dari tempat persembunyiannya dengan masih mengenakan tudung menutupi wajah dengan perasaan was-was kalau-kalau ini jebakan.

“Jangan takut, nona. Saya ini orang baik-baik, seorang petani biasa. Saya tidak akan melukai ataupun menyakiti nona.”

“Ayo kita cepat lari. Tak ada waktu lagi. Cepat, sebelum teman-temannya menyusul!”

Melvin dan si wanita bertudung cepat-cepat berlari keluar dari jalan dan melintas hutan. Melvin mengusulkan sesuatu pada wanita itu, “Nona sembunyi di rumahku saja. Itu akan lebih aman.” Wanita bertudung itu mengangguk tanda setuju.

Setelah lama berlari melintasi hutan, sungai dan pedesaan, tibalah mereka di rumah Melvin. Melvin dan si wanita bertudung disambut dengan heran oleh istri Melvin, yang bertanya, “Pak, apa yang terjadi? Siapa wanita yang bersama bapak ini?”

“Oh, tadi bapak menolong nona ini di jalan karena ada penjahat yang mengejarnya,” jawab Melvin, lalu menjelaskan duduk perkaranya pada istrinya.

“Rupanya begitu,” kata istri Melvin. “Maafkan saya, nona tentu sangat lelah sekarang. Boleh saya tahu siapakah nona ini?”

Wanita bertudung itu lalu membuka tudungnya. Melihat wajah wanita itu, dengan spontan Melvin berteriak tertahan dan langsung berlutut. Katanya, “Yang Mulia Ratu! Terimalah hormat hamba!” Istri Melvin juga terkejut dan cepat-cepat berlutut.

Ratu Urlisse yang ternyata sedang menyamar itu lalu berkata, “Saya ingat sekarang, rupanya kau Melvin. Berdirilah. Sebelumnya saya berterima kasih padamu atas pertolonganmu tadi. Saya sedang dalam perjalanan rahasia untuk meninjau perbatasan saat segerombolan perampok menyerang rombongan kami. Saya terpisah dari rombongan pengawal saya lalu lari menyelamatkan diri. Sayangnya ada seorang perampok yang melihat saya dan mengejar saya. Untunglah saya bertemu Melvin yang menyesatkan perampok itu, hingga saya selamat.”

“Memang sudah kewajiban saya untuk menolong sesama, Yang Mulia,” jawab Melvin.

“Melvin, perbuatan baikmu tadi adalah bukti bahwa kamu sudah benar-benar insyaf dari segala dosamu di masa lalu, dan menjadi manusia baru. Sekarang berlututlah, dengarkan titah Ratu Negeri Halethia. Melvin, mulai saat ini saya membebaskanmu dari segala hukuman, nama baikmu dipulihkan, dan kamu diizinkan masuk ke ibukota. Dan mulai saat ini pula saya mengangkatmu menjadi pejabat tinggi kerajaan yang bertugas mengatur perpajakan baik di pusat maupun daerah. Keputusan Ratu Halethia adalah undang-undang tak terbantahkan.”

Melvin dan istrinya serempak menjawab, “Terima kasih, Yang Mulia Ratu.”

Sejak itulah Melvin dan keluarganya hidup berbahagia di ibukota Kerajaan Halethia sebagai orang-orang kepercayaan Sang Ratu. Nyatalah sudah, bukan aksi sebagai pencuri yang mampu memperbaiki nasib seseorang, tapi orang berbudi luhur dan berjiwa pahlawanlah yang mampu memperbaiki nasibnya, keluarganya, bahkan nasib sebuah bangsa.

Sunday, June 11, 2006

3.s1.e1. Baby Delivery

BABY DELIVERY

Mini-Episode for FireHeart – Legend of the Paladins – The Series

Season #1

Episode #1

Robert, Chris and Carolyn are on their way to Wagnerport when they see a stork carrying a bundle on its beak flying above them. Suddenly, the stork is shot with an arrow and falls with its cargo to the ground.

Out of curiosity, the party goes after the falling stork and finds it dead, but its cargo hangs on a tree branch. They see what’s inside the cargo bag: It’s a baby! And it’s still alive!

The hunters bring the baby to the nearest Adoption and Delivery Service Agency in the small town of Nigelsham, the White Pelican Agency. The agency manager is surprised by Robert’s story, and tells them that there’s an unhealthy competition between his agency, the White Pelican and his rival, The Blue Jay Agency. The White Pelican’s business is booming because they apply the more efficient and quicker method of baby delivery by magically-trained storks. While the Blue Jay’s business is plummeted because they still hire unreliable and expensive novice hunters.

So the White Pelican manager suspects the Blue Jay is behind those shootings. There were three storks shot to death, and two babies became casualties because of it. Robert and his friends volunteer to deliver the baby, but the manager refuses and asks them to watch the delivery stork instead. So it’s settled that the stork will deliver a bag with a bundle of rags inside it, and Robert and his friends deliver the real baby.

The stork is shot again, but this time the shot misses. Robert asks Carolyn and Chris to complete the delivery while he himself will search and catch the shooter. Through the art of Eagle’s Eye, Robert finds the shooter. The shooter fights, but he’s no match for Robert and is utterly defeated.

When Robert asks who sent him, the shooter said that he is hired by an unknown man, but he produces a letter with instructions and a Blue Jay crest stamped on it. Robert asked him did he know that the bag contained a baby; he becomes shocked and said he doesn’t know, his orders were only, ‘shoot and run’.

Robert goes with the shooter to the Blue Jay headquarters in Nigelsham. When Robert meets the manager, the shooter says that she’s not the man who hired him. Robert shows the letter to the manager. The manager admits that the crest is a Blue Jay’s, but the stamp is a fake. He takes out the real stamp and shows the differences in sizes and the flaws on the fake stamp.

Robert then asks what really happened. The Blue Jay manager talks a different but more modest version of the White Pelican story. According to her, it’s the White Pelican who is in the brink of bankruptcy. Their new method of delivering babies with storks is proved faulty, because the storks can be killed easily and the babies’ death rate is also alarming. So it’ll be a lot safer to entrust the delivery to human couriers.

The question now is who the culprit really is? Who lied and who tells the truth? Robert, the shooter and the Blue Jay manager go to the White Pelican HQ to confirm the truth. The shooter recognizes the manager of the White Pelican was the mysterious man who gave him the orders. The White Pelican manager gets panicked and flees from the spot. He also orders his employees to attack Robert and the other intruders, but the employees are not fighters. The evil manager is finally caught by the very person he hired to do his dirty works.

Under Robert’s kiliji, the evil manager confesses that it was he who ordered to shoot his own storks. Apparently he is also aware that the stork delivery method is faulty, but he chooses the cruelest way to get rid of the storks and frame the Blue Jay agency at the same time. He doesn’t really care about the babies, and calls their deaths as “the necessary sacrifice for the greater good”.

The Blue Jay manager gets angry and she wants to kill the inhumane businessman, but Robert prevents her, saying that his crime of baby-killing, sabotage and slander will be punished most severely.

This episode is concluded by Chris and Carolyn’s return and the freeing of the three remaining storks. The Blue Jay manager says that now the White Pelican is out of business, the Blue jay takes care of the babies. Now more adopters come to Blue Jay to choose and collect the children, so no need to deliver them to childless families ever again. With some parting words, Robert and friends continue their trip to Wagnerport.

Episode 01 – Finished

vadisworld - my way, my world

FireHeart Blog List

Vadis' Technorati Favourites

Pyr Publishing

Pat's Fantasy Hotlist

Sources and Studies Lookup

Online Reference
Dictionary, Encyclopedia & more
Word:
Look in: Dictionary & thesaurus
Computing Dictionary
Medical Dictionary
Legal Dictionary
Financial Dictionary
Acronyms
Idioms
Wikipedia Encyclopedia
Columbia Encyclopedia
by:

FireHeart Most Wanted!