To Everna and Beyond!

An exploration of Fantasy and Science Fiction Worlds in literature and multimedia entertainment
The official blog and novelblog for Evernade Saga and FireHeart Saga by Andry Chang

"Come forth, Paladins! Fulfill your destiny!"

Explore Worlds in Clicks

FireHeart Highlights!

Showing posts with label bahasa indonesia. Show all posts
Showing posts with label bahasa indonesia. Show all posts

Tuesday, November 25, 2014

A Girl Who Loves A Ghost - Alexia Chen


"A GIRL WHO LOVES A GHOST"
A novel by Alexia Chen

“Kenyataan bahwa aku bukan lagi menjadi bagian dari dunia ini nyaris menghancurkanku. Jiwaku perlahan rusak oleh dendam dan amarah, hingga gadis itu muncul dan menemukanku.”

“Apa yang akan kau lakukan jika kau ternyata melihat sesuatu yang sebenarnya tidak nyata? Seperti misalnya, sesosok hantu berparas tampan? Bagaimana reaksimu seandainya kau terlambat menyadari bahwa kau telah jatuh terlalu dalam untuk bisa menemukan jalan kembali? Manakah yang lebih bijaksana, mengarungi neraka demi sebuah akhir bahagia ataukah menyerah dengan melepaskan? Apa yang akan kau lakukan jika kau jadi aku?”

-----------------------------------------------
 

ISBN: 978-602-70105-4-3
Harga Rp 80.000,- (552 hlm.)
Penerbit: Javanica
Email: ptkaurama@gmail.com
-----------------------------------------------

Buku ini bisa dipesan sekarang juga dengan diskon 15%. Hubungi Zakiya Rahmi Lubis untuk pemesanan. Atau bisa pesan melalui email ke: ptkaurama@gmail.com, HP: 081993817721.

Thursday, June 12, 2014

VadisReview - Assassin's Creed - Renaissance (Indonesian Edition)



VadisReview
Assassin’s Creed – Renaissance
(Article is in Indonesian Language)

Penulis                               :       Oliver Bowden
Edisi Bahasa Indonesia         :       Ufuk Press (Fantasious) – www.ufukpress.com
Penterjemah                       :       Melody Violine
Penyunting                          :       Helena Theresia
Pemeriksa Aksara                 :       P. Wahyu & Daniel
ISBN                                   :       978-602-8801-21-8

Doktrin Pembunuh Bayaran lahir Kembali

“Aku akan membalas mereka yang mengkhianati keluargaku.
Namaku Ezio Auditore da Firenze. Aku seorang pembunuh bayaran…”

Setelah dikhianati oleh keluarga-keluarga yang berkuasa di Italia, seorang pria muda memulai perjalanan pembalasan dendam nan panjang. Demi memberantas korupsi dan mengembalikan kehormatan keluarganya, Ezio mempelajari seni pembunuh bayaran.

Dalam perjalanan, Ezio membangun kembali pemikiran-pemikiran bijak seperti Leonardo da Vinci dan Niccolò Machiavelli. Ia tahu bahwa kesempatan bertahan hidup bergantung penuh pada ilmu-ilmu yang harus dikuasainya. Bagi sekutunya, Ezio menjadi kekuatan perubahan yang bertarung demi kebebasan dan keadilan. Bagi musuh-musuhnya, dia menjadi ancaman demi menghancurkan para tiran yang memperlakukan rakyat Italia dengan kejam.Kisah kepahlawanan tentang kekuatan,
pembalasan, dan konspirasi, kini dimulai...

KEBENARAN AKAN DITULIS DENGAN DARAH


Sang Musafir Jadi Assassin?
Resensi - Parodi oleh Andry Chang
Nah, setelah lama tak keliling dunia-dunia gara-gara berkutat ketat membentuk liga superhero di negeri sendiri, Sang Musafir menyempatkan diri “turun gunung”. Menggunakan kekuatan supernya, kali ini beliau melintas waktu ke abad ke-15. Tempatnya di Bumi, Benua Eropa di Zaman “Kelahiran Kembali Budaya” abad ke-14 sampai ke-17 Tahun Tuhan Kita – yang lebih terkenal dengan sebutan Zaman Renaissance. (http://en.wikipedia.org/Renaissance

Salah satu pusat perkembangan budaya Eropa ini adalah di Italia, tepatnya di Republik Florence, Republik Venesia dan Kebangsawanan Milan. Tempat pertama yang dikunjungi Sang Musafir tentunya adalah sebuah benteng di Kota Monteriggioni, dekat Negara-Kota Florence. 

Tiba-tiba, seorang pria keluar dari dalam benteng dan menyambut Sang Musafir. “Aha, sobat dari jauh! Anda pasti kemari untuk tes masuk pasukan condottieri, ‘kan?”
“Apa? Kondominium?”
“Bukan, condottieri. Anda tentu tahu artinya.”

Berhubung Sang Musafir bukan orang Italia, urusan “bahasa dewa” ini bisa jadi menyulitkan. Untunglah Sang Penterjemah dan Sang Editor sudah menyiapkan daftar istilah bahasa Italia di “buku petunjuk” (ya Novel AC Renaissance, lah!), beserta terjemahannya. 

“Oh ya, benar, wawancara untuk bergabung dalam pasukan serdadu bayaran.”
“Bagus, silakan masuk.”
Sambil menarik napas lega, Sang Musafir masuk mengikuti pria itu ke sebuah auditorium.
“Perkenalkan, nama saya Mario Auditore. Siapa nama anda?”
“Cukup panggil saya ‘Sang Musafir’.”

“Baik Mus Afir,  untuk pelancong antar-dunia seperti anda, tes masuknya mudah, satu pertanyaan saja. Saat pertama kali melihat judul ‘Assassin’s Creed’ baik di novel maupun gamenya, pikiran apa yang pertama terlintas?”



Saturday, May 19, 2007

Resplendent Heart - by Dian (Indonesian Language)

Resplendent Heart

Debu-debu cahaya bertebaran di Gizmoa. Tak banyak dan hanya terlihat sesaat, tapi ada. Pemilik debu itu, seorang peri mungil, berlarian ke semua penjuru hutan dengan panik. Sejak pagi ia sudah begitu. Banyak yang menoleh heran padanya, tapi tak banyak yang nekad bertanya. Peri, dalam keadaan marah atau panik, berbahaya bagi banyak makhluk hidup.
“Halooo..!” seru peri itu pada beberapa Muphi yang sedang merumput. “Apakah kalian melihat milikku yang berharga? Kecil dan bercahaya—kira-kira sebesar ini?” Si peri menangkupkan tangannya untuk memberi tahu para Muphi tentang ukurannya.
“Tidak,” jawab seekor dari mereka. “Kau yakin milikmu yang berharga itu ada di sini?”
Si peri mengangguk pasti. “Ya. Aku yakin ia dibawa melewati tempat ini.”
“Kau ceroboh sekali!” omel seekor yang lain. “Mengapa sampai bisa kehilangan benda itu?”
Wajah si peri semakin murung. “Aku tidak tahu! Tadi malam kutaruh di sampingku, sebelum aku tidur, dan pagi-pagi sudah hilang. Seseorang telah mencurinya!”
Para Muphi berpandangan. Semua tahu kalau Peri tidur di atas jalinan benang halus keemasan yang dibuat dari debu-debu cahaya, yang mereka rajut sendiri, yang akan memudar dan hilang sepenuhnya menjelang matahari terbit. Tetapi peri yang satu ini, rupanya menaruh hatinya di samping tubuhnya semalam. Peri yang tidur tanpa hatinya akan bermimpi indah, banyak peri yang melakukannya, hanya saja yang satu ini bernasib malang. Hatinya dicuri.
“Siapa yang tega melakukannya?”
“Keji sekali!”
“Teganya!”
“Kau sendiri kenapa begitu ceroboh?”
“Aku tidak tahu!” ulang si peri, semakin panik. “Aku begitu ingin bermimpi, dan biasanya tidak ada apa-apa, tapi kali ini...”
Kumpulan itu semakin ramai. Sebagian menyalahkan si peri, dan sisanya memaki si pencuri. Tapi tak satu pun yang memberi petunjuk pada si peri mengenai hatinya yang hilang itu.
“Oh, sudahlah! Aku akan mencari lagi sebelum jejak cahayanya menghilang!” si peri akhirnya meninggalkan sekumpulan Muphi itu, ke arah ceceran debu cahaya yang menempel di rumput, tanah, batu, daun dan batang pohon, yang diikutinya sepanjang pagi ini. Ceceran ini pasti berasal dari hatinya dan ia tahu pasti, kalau jejak cahaya ini habis, berarti hatinya sudah kehilangan cahaya, dan itu berarti...
Tidak! Tidak! Si peri menggelengkan kepalanya, merasa ngeri. Ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi kalau cahayanya habis!
Jejak itu membawa si peri ke arah pinggiran hutan. Oh tidak, batinnya dengan gelisah. Di luar Gizmoa sihir akan memudar...kekuatanku akan terkikis...dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi kalau sampai hatiku jatuh ke tangan manusia...
PLAK!!
Sebuah sulur menghantam tanah di sebelahnya dan si peri terlonjak kaget. Ia menoleh ke arah datangnya sulur. Hanya Bubaglop tua yang jahil. Mereka tidak suka makan peri, karena darah peri pahit rasanya. Tapi Bubaglop yang satu ini senang menakuti peri-peri.
“Jangan ganggu aku!” teriak si peri marah, lalu terbang lebih tinggi.
Bubaglop itu tidak peduli, malah mengejar si peri dengan sulur-sulurnya, semakin tinggi melewati dahan, batang dan rumpun dedaunan, berlomba dengan sayap mungil si peri. Beberapa bagian pepohonan rusak tertampar sulur dan berjatuhan ke tanah. Sial bagi si Bubaglop, peri kecil itu terlalu lincah baginya. Ia lolos.
Melayang di tepi hutan, si peri kebingungan.
Apa yang harus kulakukan sekarang? keluhnya putus asa. Seandainya saja tadi malam aku tidak melepaskan hatiku!
Ia turun ke atas sebuah batu besar, duduk di sana. Letih dan bingung membuatnya tak tahu harus mencari ke mana lagi, karena sihir memudar di luar hutan Gizmoa, sehingga jejak cahaya tak terlihat lagi sekarang. Tak tahan lagi, peri mungil itu menangis tersedu-sedu.
“Kau kenapa?”
Sebuah suara terdengar. Si peri menurunkan tangannya dan langsung terlonjak. Ada sebuah wajah berbintik-bintik yang begitu dekat dengan tubuhnya. Rambutnya merah ikal. Tampangnya bandel.
“Ah!!”
“Jangan takut begitu, memangnya aku seseram itu?” sahut anak laki-laki itu kesal. “Tampangku tidak seseram Arugis, atau kau mau bandingkan aku dengan wajah Tuan Bitsenbol di Arian, kau tahu—yang menjual senjata itu? Wajahnya terbakar semasa muda dan lihat saja sekarang, hantu pun terbirit-birit kalau berpapasan dengannya! Tapi masih belum ada apa-apanya kalau dibandingkan Nenek Gerilda! Bayangkan, dia...”
“Kau membuatnya bingung, Kid,” sebuah tangan menarik wajah itu pergi, dan wajah lain menggantikannya. Seorang pemuda berwajah tegas dengan rambut coklat tua yang sedikit terlalu panjang. Sejujurnya, wajah ini lebih membuat si peri takut, tapi daripada anak laki-laki tadi ia lebih suka bicara dengan si pemuda.
Si peri menatap dengan air mata yang masih bergulir di pipi.
“Jangan takut,” kata si pemuda. “Namaku Dios. Apa yang membuatmu menangis?”
Kebingungan semakin melanda si peri. Manusia ini mengajaknya bicara! Sungguh in ingin, tapi bagaimana caranya? Ia berusaha, dengan suara keras, menjawab pertanyaan pemuda bernama Dios itu, tapi sia-sia. Ada ikatan sihir yang membuat manusia dan peri tidak akan bisa berbicara secara verbal. Keputusasaan ini membuatnya menangis lagi.
“Hei, jangan menangis lagi. Kurasa aku tahu apa yang terjadi padamu,” kata Dios. “Kau kehilangan hatimu, bukan?”
Si peri terheran-heran. Bagaimana manusia ini bisa tahu?
“Cahayamu sangat pudar. Pasti hatimu tidak sedang berada di dalam tubuhmu, bukan?”
Si peri mengangguk. Darimana kau tahu?
“Kau lihat kristal ini?” Dios menunjuk kristal bening yang menempel di pangkal pedangnya. “Ini kristal es, dibuat oleh Ratu Peri. Karena kekuatan peri menempel di sana, aku bisa berkomunikasi dengan peri. Tidak banyak, tapi lumayanlah.”
Ooohh! Aku lega sekali!
Dios tersenyum. “Jangan khawatir. Kurasa aku tahu ke mana hatimu dibawa pergi.”
Benarkah?
Dios mengangguk, lalu menghunus pedangnya, menyentuhkannya ke tanah dengan kedua tangan di gagangnya. Setelah beberapa saat ia mengayunkan pedangnya, hembusan hawa dingin membuat rerumputan membeku di banyak titik, mengurung titik-titik cahaya di dalam kristal es.
Jejak cahaya! Kau membuatnya terlihat, terimakasih banyak! Si peri girang bukan buatan.
“Nah, ayo kita cari hatimu!” Dios berjalan mengikuti jejak cahaya yang membeku itu, melintasi padang rumput, diikuti si peri yang terbang di atasnya dengan lega.
“Lho? Hei.. mau ke mana kalian? Halooooo??!” Kid menghentakkan sebelah kakinya dengan kesal, apalagi karena baik Dios maupun si peri sama sekali tidak berpaling. Jengkel, akhirnya ia berteriak, “Dios! Aku tunggu di sini saja! Aku mau tidur!”
Dios hanya melambaikan sebelah tangannya tanpa menoleh. Kid menghela nafas. Tak ada gunanya mengikuti mereka!
Sementara itu jejak cahaya membawa mereka ke sebuah pondok tak jauh dari tepi hutan, bersinggungan dengan padang rumput yang sangat luas. Di kejauhan, puncak bebukitan berpendar oleh sinar matahari yang bergeser ke peraduannya. Si peri mulai disergap gelisah, tahu waktunya tak banyak lagi. Kalau hati itu tidak bisa kudapatkan sebelum malam tiba...
“Lihat, ada sebuah pondok di sana,” Dios berkata padanya. “Kristal-kristal emas ini menuju ke sana. Kau pasti bisa temukan hatimu di sana!”
Si peri tersenyum tipis.
Mereka tiba di pintu pondok yang lengang itu. Dios mengetuk pintu.
Sebuah suara serak menjawab, “Siapa?”
“Aku seorang pengembara, bersama temanku, aku ingin bertanya barang sejenak!”
Pintu itu berderit keras ketika dibuka. Seorang lelaki separuh baya muncul di pintu, badannya kurus dan matanya letih. “Ada apa?” tanyanya. Tetapi sebelum Dios sempat menjawab, ia melihat si peri, dan langsung berseru, “Kau tidak mengatakan temanmu seorang peri!”
Ia langsung menutup pintu, tetapi tangan Dios yang kekar menahan pintu itu tetap terbuka, dan ia memaksa masuk. Si peri dengan mudah terbang di antara celah.
“Keluar! Keluar kau dari rumahku!”
Baik Dios maupun si peri tidak menggubrisnya.
Rumah itu kecil saja, hanya satu ruangan luas. Di sudut, di atas pembaringan, seseorang terbujur. Si peri langsung terbang ke sana, dan Dios tahu kenapa.
Seorang wanita yang kelihatan sangat sakit balas menatap mereka dengan lemah. Di tangannya ada sesuatu yang mungil dan bercahaya. Mengertilah si peri. Laki-laki tadi memerlukan hati peri untuk menyembuhkan istrinya.
Hatiku...
Hati itu menatapnya penuh kerinduan.
“Mengertilah...” ucap si lelaki. “Aku sangat mencintainya. Takkan mungkin aku hidup tanpanya, karena itulah kucuri hatimu...”
Si peri masih menatap hatinya.
“Separuh hidup kuhabiskan bersama istriku, belahan jiwaku, aku ingin mati lebih dulu darinya... tetapi penyakit ini, tidak hanya menggerogoti hidupnya, tetapi hidupku juga...”
Dios bisa melihat hati itu berdenyut lemah. Seakan tahu sebentar lagi takdirnya bisa berubah. Matahari mulai tenggelam di puncak bebukitan. Hati sang peri mulai meredup. Mereka terbenam dalam hening.
“Maafkan aku,” akhirnya si lelaki berkata. Ia meraih hati itu, lalu diserahkannya pada si peri. “Maafkan aku karena telah mencuri hatimu. Kulakukan itu hanya untuk membelokkan takdir yang menimpa kami. Tetapi sekarang aku menyerah, akan kuhadapi saja takdir itu..”
“Kau yakin?” Dios bertanya. Ia menatap istri lelaki itu, yang balas memandangnya dengan nafas terputus-putus. Wanita ini sedang sekarat. Pantas saja suaminya mencari hati peri. Menelan hati peri akan membuat semua sakitnya sirna.
Air mata menggenangi sudut matanya ketika berkata,” Ya. Usia bukan sahabat kami lagi sekarang. Tetapi kami masih punya cinta. Setidaknya kami masih bisa berbagi cinta di ujung usianya.”
Tangannya terulur. Hati si peri berpendar penuh harapan, menginginkan tempatnya semula di dalam tubuh si peri.
Lama mereka terdiam.
“Ambillah,” bisik si lelaki.
Tetapi si peri menggeleng. Tidak. Selamatkanlah istrimu. Dengan pedih ditatapnya hatinya.
Selamat tinggal....
Lelaki itu tercengang, lalu menangis bahagia. “Terima kasih! Terima kasih banyak!”
Dan peri itu, bersama Dios, pergi.
Matahari sudah digantikan bulan ketika mereka melintasi padang dalam perjalanan kembali ke Gizmoa. Bulan yang terindah yang pernah disaksikan Dios seumur hidupnya. Ditatapnya si peri.
“Kau cantik sekali,” ucapnya heran. Rasanya tadi si peri tidak secantik tadi.
Si peri tersenyum, dan Dios terpesona melihatnya.
“Kau tidak apa-apa? Maksudku, menyerahkan hatimu seperti itu...”
Si peri meletakkan tangannya di bibir Dios.
Jangan bicara lagi.. aku ingin berterima kasih padamu..
“Untuk apa? Aku tidak berhasil membuatmu memperoleh kembali hatimu.”
Terimakasih untuk kebaikanmu hari ini. Dios, ketahuilah, tak ada peri yang akan bisa bertahan hidup tanpa hatinya.
“Apa?!” Dios terkejut. “Lalu kenapa kau berikan hatimu padanya?”
Si peri menghela nafas, lalu di antara senyumnya, sebutir air mata melintasi pipi mungilnya. Wanita itu lebih membutuhkannya. Tak bisakah kaulihat cinta di antara mereka?
“Tapi menyerahkan hatimu berarti kau..”
Jangan khawatir. Aku akan baik-baik saja. Tapi aku masih punya sisa sihir, akan kuberikan padamu... kau akan mendapatkan seorang gadis yang sangat istimewa, jagalah dia. Nah, selamat tinggal...
Si peri mencium pipi Dios, lalu tersenyum untuk terakhir kalinya. Perlahan, tubuhnya memudar, mengurai menjadi debu cahaya yang sangat banyak, yang terbang perlahan ke angkasa.
Dios menatap langit. “Selamat jalan...”
Padang rumput itu senyap kembali.
Jakarta. 15 Mei 2007. To my sanctuary.
May 15, 2007 Permalink

Saturday, May 12, 2007

The Forgotten Heroes : Prologue

Blog EntryThe Forgotten Heroes : PrologJun 12, '07 9:20 AM
for everyone
Link

Prolog

Kehidupan dan Kematian

Orang besar diingat atas karya besar yang dibuat dalam hidupnya. Martir diingat atas pengorbanan yang diberikan melalui kematiannya. Seorang pahlawan, diingat atas keduanya, perjuangannya dalam kehidupannya maupun kematiannya. Orang-orang akan teringat, dan terinspirasi olehnya. Tapi, bahkan pahlawan yang terbesar pun tidak akan diingat selamanya. Pada akhirnya semua akan sirna dimakan waktu, kenangan akan terlupakan, buku-buku sejarah akan hancur menjadi debu. Lidah-lidah para pencerita akan semakin kaku dan kelu, menganggap semua itu tak berguna lagi untuk diceritakan. Mereka akan dilupakan, dan dunia tetap akan berjalan terus.

Aku Kuga, yang pada suatu waktu pernah disebut-sebut sebagai Sang Dewa Perang, panglima perang dan pendekar pedang yang tak terkalahkan. Ditakuti musuh-musuhku, yang gemetar tubuhnya ketika namaku disebutkan. Dicintai oleh rakyat dan ribuan prajuritku, yang rela mati demi aku di medan pertempuran. Namaku dinyanyikan oleh bocah-bocah di seluruh penjuru dunia ketika mereka bermain-main dengan pedang kayu. Akulah yang disebut orang-orang sebagai pahlawan terbesar yang pernah ada. Yang pada akhirnya, ternyata hanyalah seorang manusia bodoh yang tidak paham untuk apa sebenarnya aku hidup dan untuk apa sebenarnya aku mati. Tidak paham, untuk apa aku mendapat kesempatan hidup setelah matiku, dan untuk apa aku mendapat kesempatan mati setelah hidupku. Dan untuk itu, sebenarnya aku tidak pantas disebut sebagai orang besar, apalagi seorang pahlawan.

Kisah ini adalah kisah para pendahuluku. Mereka yang kehidupan dan kematiannya menjadi kenanganku kala aku kecil, menjadi inspirasi kala aku belajar memegang pedang. Bagiku, merekalah pahlawanku. Tapi, ketika aku tumbuh menjadi besar, aku melupakannya. Melupakan apa yang mereka perjuangkan kala hidup, dan apa yang mereka korbankan kala mati. Sesuatu yang seharusnya tidak boleh aku lakukan, jika aku ingin memahami apa yang menjadi tujuan sebenarnya kehidupan dan kematianku.

Kehidupan dan Kematian, bukanlah dua sisi mata uang yang dapat dipisahkan begitu saja. Kematian bukanlah kebalikan dari kehidupan, melainkan hanyalah ketiadaan dari kehidupan, seperti halnya gelap dari terang, atau sunyi dari bising. Lebih jauh lagi, ketiadaan itu mungkin bukan suatu akhir, hanyalah permulaan dari sesuatu yang lain. Aku sudah merasakannya. Tapi, aku masih tetap belum mengerti sepenuhnya.

Aku Kuga, dan jangan panggil aku pahlawan lagi.


Add a reply:


Friday, April 06, 2007

Skinheald - Mystery of the Legendary Sword

















BJ Vadis' Review:



It's the Lord of the Rings and Eragon mixed into one new compound!

We're talking about exciting storyline and easy-to-understand selection of names and locations, suitable to read for children and adults alike.








Review in I-Buku (Indonesian Language)
Tolkien van Jogja
Judul: Misteri Pedang Skinheald I (Sang Pembuka Segel) dan II (Awal Petualangan Besar)Penulis: A.Ataka AwwalurrizqiPenerbit: Alenia (Skinheald I) dan Copernican (Skinheald II)Cetakan: 2005 dan 2007Tebal: Skinheald I (x + 190 hal), Skinheald II (660 hal)


Pernah membaca Harry Potter atau Lord of The Ring? Jika pernah membaca keduanya tentu tak asing lagi dengan penulisnya yang telah mendunia, J.K Rowling dan J.R.R Tolkien.
Tolkien kini hadir di Indonesia dan ia mewujud seorang bocah yang masih ngendon di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dari jejari mungilnya lahir trilogi novel Pedang Skinheald. Sekuel pertamanya berjudul Misteri Pedang Skinheald: Sang Pembuka Segel.
Sekuel pertama ini terbagi atas tujuh episode. Cerita dimulai dengan Robin, seorang guru di sekolah Ayo Bertanam Singkong yang juga cucu orang terkaya di desanya, Burton. Ia mendapat peringatan agar berhati-hati kepada orang asing karena dirinya dalam bahaya. Robin pun disarankan untuk membuat pesta agar lebih mudah untuk meramal siapa yang berniat jahat padanya.
Seusai pesta ia mendapat surat yang menyuruhnya untuk pergi ke arah jendela kamar kakeknya, jika ia menemukan lantai yang berbeda, ia diminta untuk mengucapkan mantera dan dia akan menemukan sebuah ruang yang disebut ruang tenang damai. Robin diminta untuk memeriksa ruang tersebut.
Lantaran bingung banyak orang baru di sekitarnya, Robin pun berniat pergi ke rumah salah satu salah satu anggota Para Penggosip Burton. Malang, di tengah perjalanan ia tak bisa menampik Goblin yang tiba-tiba saja datang menyerangnya. Untung saja dia ditolong sepasukan Kesatria Selatan. Robin terluka akibat serangan para goblin. Anehnya luka itu sama persis dengan yang dimiliki oleh kakeknya, Adin Halfman.

Beberapa hari berselang, Robin masuk ke dalam ruang tenang damai; mengikuti anjuran dalam surat yang ditujukan padanya. Ruangan itu ternyata dijaga seorang hantu. Robin lalu terlibat pertarungan seru dengan hantu tersebut. Di ruangan itu pulalah Robin mendapat Old Blade, sebuah pedang milik kakeknya yang tiba-tiba mendekati Robin. Pedang itu kini telah memilih pemiliknya.
Sejak saat itu diketahui identitas Robin. Dia adalah sang Pembuka Segel Pedang Skinheald. Pedang ini telah disegel Mildebest, Greylay, dan Pyraf. Pedang ini diburu Penguasa Istana Kegelapan karena dapat membunuhnya sehingga mereka bertiga ingin menyegelnya.
Ataka mengakhiri cerita pada sekuel pertama ini dengan rencana Robin dan kawan-kawan untuk pergi ke Pulau Fa guna membuka segel dan membunuh para penguasa Istana Kegelapan.
Sementara di sekuel kedua Ataka memberinya judul Awal Petualangan Besar. Pada bagian ini Ataka menceritakan perjalanan Robin dan kawan-kawan menuju Kepulauan Nada—tepatnya di pulau Fa—untuk membuka segel pedang Skinheald.
Tentu saja perjalanan itu tak semudah dibayangkan. Ada saja rintangan yang menghalangi langkah mereka. Namun mereka tak gentar saling bantu sampai akhirnya perjalanan mereka mencapai Pulau Fa dan Robin berhasil membuka segel Pedang Skinheald.
Gangguan tidak hanya terjadi pada rombongan Robin saja. Mereka yang tinggal di Burton pun mendapat serangan kedua dari para goblin.


Dari buraian cerita yang saling menyilang, tampak imajinasi Ataka bekerja cemerlang. Dalam sekuel pertama misalnya, diceritakan tentang keberadaan sebuah benda yang disebut media komunikasi sihir. Benda yang mirip cermin tersebut bisa berkomunikasi dengan kawan di daerah lain dan bisa melihat secara langsung peristiwa yang terjadi di daerah tersebut.
Cara Ataka menyajikan rangkaian perjalanan pun sebetulnya dijalin dengan sederhana. Tapi cara berkisah Ataka yang memberi detail pada setiap pergantian langkah tokoh-tokohnya membuat cerita menjadi hidup.
Di sekuel kedua ini pembaca disuguhi versi visual dari tokoh-tokoh ciptaan Ataka. Pola ini sebetulnya memudahkan pembaca mengidentifikasi bagaimana profil sang tokoh. Sebagaimana Tolkien, Ataka juga menampilkan sehelai peta perjalanan Goblin serta penampakan Benua Ethav Andurin dari atas. Di peta itu digambarkan kota-kota yang dilalui Robin. Ataka pun menjelaskan masing-masing kota, apa saja yang ada di kota tersebut, dan kelebihan yang dimilikinya.
Sepengakuan Ataka, kota dan segenap tokoh-tokoh yang bertaruh dan bertarung di dalam cerita tak asal dicomot begitu saja. Ia mesti melakukan survei kecil-kecilan di Buku Pintar atau pun kamus untuk mendapat nama sekaligus karakter tokoh yang diinginkannya.
Sayangnya dalam novel ini belum maksimal penyuntingannya. Masih terdapat beberapa kesalahan ejaan. Namun untuk ukuran bocah seumur Ataka, novel ini cukup bisa menyita pikiran orang dewasa untuk membacanya.
Dan berikut ini adalah kawan dan lawan dalam duel pedang-pedangan yang dihimpun dari dua sekuel Misteri Pedang Skinheald:

1.
Robin
Tokoh utama, seorang guru muda di sekolah Ayo Menanam Singkong. Dialah sang pembuka segel Pedang Skinheald
2.
Delta
Pembantu Robin. Menemani Robin di Burton. Ia sangat setia pada tuannya
3.
Roger
Ayah Delta. Bekerja di rumah Robin saat kakek Robin masih ada.
4.
Eric
Sahabat Robin. Ketua Ksatria dari Selatan. Ia turut serta Robin dalam perjalanan ke Pulau Fa.
5.
Hayfly
Seorang penyihir, sahabat kakek Robin. Menyertai Robin dalam perjalanan ke Pulau Fa
6.
Utward
Seorang penyihir tua. Sahabat Adin Halfman kakek Robin. Penghuni ruang tenang damai.
7.
Ony
Pengikut rombongan Robin menuju Pulau Fa.
9.
Alva
Pengikut Robin ke Pulau Fa
10.
Goblin
Musuh utama Robin. Seringkali membuat kerusuhan.
11.
Canibalicman
Salah satu makhluk yang ingin memangsa Robin. Dia mengincar Robin di mana pun berada.




by Fadila Fikriani Armadita


















































Skinheald Illustrations by Catur Ary:







Thursday, April 05, 2007

Pinissi: Adventure of the Halflings

Pinissi: Petualangan Orang-orang Setinggi Lutut


(Indonesian Language Review)
Source: http://www.indonesiakreatif.com

pinissi1thumbnail.jpg

Jenis Buku - Fiksi Fantasi Anak
Penulis - Mama Piyo
Ilustrator - E Bendung W
Tebal - 450 halaman
Penerbit - Liliput, 2005
Harga - Rp 49.000,-

Pinissi tak pernah tahu sebelumnya bahwa rajah di punggungnya dan bola kristal yang dibawanya sejak kecil akan mengantarkannya pada petualangan-petualangan yang mencengangkan. Petualangan yang membuka tabir asal-usul kedua orangtuanya.

Bola kristal jelmaan Roh Lepe, roh keabadian, yang ada di tangan Pinissi menjadi buruan para Gergasi Penjaga Api, tentara raksasa bertubuh besar dan gempal yang mengerikan. Tak hanya itu, Pinissi juga harus berhadapan dengan burung Albatros, burung kutukan raja Salom yang kejam, terjebak di kampung orang Bunian, orang-orang yang dikenal sebagai pemakan daging manusia, dan menyelamatkan diri dari kepungan sebelas penunggang kuda berjubah hitam dan seratus anjing hutan. Dengan bantuan orang-orang setinggi lutut, Pinissi menghadapi semua marabahaya yang mengancamnya.

Lalu siapakah Perempuan-Perempuan Jelita, Kora si Ular Laut, Manusia Bongkok, si Mata Merah, dan juga Dampu Awan? Apakah hubungannya dengan Misteri Seribu Satu Ramalan

Bacalah dan kau akan tahu!

Buku ini muncul di tengah masih sedikitnya buku fiksi fantasi anak karya penulis Indonesia. Penulisnya, Mama Piyo (nama samaran), memang cukup bertaruh dengan karyanya ini. Sebab, dengan ketebalan buku yang di atas rata-rata (450 halman), tentu saja buku ini menuntut kejelian dan nafas panjang bagi para pembaca untuk menikmatinya. Selain berisi cerita tentang petualangan di dunia dunia antah berantah, buku ini juga menyajikan 40 ilustrasi yang mencoba untuk memberikan sedikit gambaran tentang tokoh-tokoh dan mahluk-mahluk fantasi yang ada dalam ceritanya.


We support this website:
http://www.topicool.com

Welcome to TopiCool.com your ultimate source Japanese Swords, Samurai Swords, Katana Swords, Medieval Swords, and Much More!

TopicCool.com is your ultimate resource for all kinds of swords! Besides the popular switchblade knife, we offer Samurai swords, Katana swords, and other types of Japanese swords. Whether you?re a collector of Japanese swords, or need a Samurai sword to complete your costume or Halloween outfit, TopicCool has what you need.

You can buy an authentic looking Katana sword, a Medieval sword, or a switchblade knife. TopicCool also offers high quality authentic-looking movie swords like our popular Highlander sword, Last Samurai sword, or Kill Bill sword.

We charge actual shipping plus very low handling fee. Buy more and save more on shipping and handling. When you checkout from our website, you will be linked to our shipping carriers' website to obtain the actual shipping rate. Order Now!

Do you like our products and want to get more news update on them? Want to get the inside scoop on our new products and promotions? Subscribe to our eMail Newsletter and get in on our great deals and exclusive offers!

Have question? Please click here to see our FAQ.

Thursday, March 22, 2007

Klasifikasi Fiksi Fantasi

(Indonesian Language Post)


Fantasi, dari Sudut Pandang Pembaca Apakah fiksi fantasi? Kalau dilihat dari pengelompokkan jenis fiksi, fantasi bercerita tentang segala hal yang tak masuk akal. Sihir, makhluk-makhluk dongeng, dunia lain, dan sebagainya. Menurut buku The Complete (^_^)V's Guide to Publishing Science Fiction karangan Cory Doctorow dan Karl Scroeder, variasi fiksi fantasi dibagi menjadi sebagai berikut:1.

High Fantasy: bercerita mengenai dunia antah-berantah yang sama sekali tidak berhubungan dengan dunia nyata yang kita tinggali. Dunia itu memiliki peraturan yang berbeda, ras makhluk yang beragam. Contoh: The Lord of the Rings karya JRR Tolkien.2.

Traditional Fantasy: mirip dengan High Fantasy tapi tanpa peraturan sama sekali, semua mungkin terjadi. Dunia yang nyata adalah dunia fantasi ini, sedangkan dunia yang kita tinggali hanyalah bayangan saja.
Contoh: The Chronicles of Narnia karya CS Lewis.

3. Dark Fantasy: dimana black magic menguasai dunia. Sihir dianggap perbuatan makhluk jahat dan diperangi. Contoh: The Dark Tower Series karya Stephen King.

4. Modern Urban Fantasy: dunia sihir menyentuh dunia nyata. Terjadi di dunia nyata dengan sekala teknologinya yang familiar, sihir menyelinap masuk, disadari atau tidak. Contoh: Harry Potter Series karya JK Rowling.Para pembaca disuguhkan banyak jenis fantasi, penentuan pilihan hanyalah selera. Harry Potter begitu populer mungkin karena bersentuhan dengan dunia nyata modern, sementara Lord of the Rings dengan alur cerita dan struktur Middle Earth yang memukau dapat memikat pembacanya. Sejak zaman dahulu banyak sekali pengarang yang menyuguhkan fantasi, mulai dari fantasi tradisional yang sebagian besar menyangkut folklore sampai fantasi modern setengah science fiction. Mulai dari Thumbelina karya HC Andersen sampai Star Wars karya George Lucas.Buku-buku Fantasi Dilihat dari Segi Umur Pembaca:1. Anak-anak:- Charlie and the Chocolate Factory karya Roald Dahl- The Chronicles of Narnia karya CS Lewis- Cerita-cerita HC Andersen- The Wizard of Oz karya LF Baum2. Anak-anak/Remaja:- Harry Potter Series karya JK Rowling- Eragon karya Christopher Paolini- The Bartimaeus Trilogy karya Jonathan Stroud- His Dark Material karya Phillip Pullman3. Remaja/Dewasa:- Lord of the Rings karya JRR Tolkien- Dark Tower Series karya Stephen King- Neverwhere karya Neil Gaiman- Earthsea Cycle karya Ursula LeGuinPerbandingan Beberapa Karya BesarSihir dan hal-hal supranatural. Biasanya itulah yang diketahui masyarakat awam tentang fiksi fantasi. Beberapa buku fantasi terkenal menyuguhkan sihir dan hal-hal supranatural untuk pembacanya. Dunia lain, makhluk lain, benda-benda ajaib. Ide mungkin saja sama, tapi unsur-unsur yang membentuk cerita memiliki perbedaan. Apa saja perbedaan mendasar dari tiap buku itu?

LOTR:Tolkien menciptakan sebuah dunia yang sama sekali tak berhubungan dengan dunia nyata. Tapi begitu piawainya beliau sehingga pembaca dapat melupakan 'dunia nyata' yang mereka tinggali dan tenggelam ke dunia Middle Earth. Pembaca dibuat yakin bahwa Middle Earth benar-benar nyata. Tokien bukan hanya menciptakan dunia, tapi juga isinya. Berbagai ras, tanaman, suku, bahkan bahasa.Dalam bukunya The Silmarillion, Tolkien menjelaskan asal mula terbentuknya Middle Earth dan segala isinya. Beliau menciptakan dunia dengan peraturannya sendiri, batasan-batasan yang dibuatnya sendiri, seperti pada dunia nyata sehingga semua terasa begitu 'believable'. Sihir hanyalah unsur pendukung cerita, bukan inti ceritanya.

The Chronicles of Narnia:
CS Lewis menciptakan Narnia sebagai dunia lain yang dapat diakses melalui sebuah lemari! Beliau tak menjelaskan asal muasal Narnia, segala hal bisa terjadi di Narnia. Binatang-binatang yang dapat berbicara, perang mempertahankan kekuasaan, semua hitam putih seperti seharusnya cerita good vs evil. Karena cerita ini ditargetkan untuk pembaca anak-anak, maka tak memerlukan penjelasan pajang lebar mengenai segala hal yang terjadi. Harry Potter:Rowling menyelipkan dunia sihir di kehidupan nyata. Penyihir di buku seri ini dilahirkan sebagai penyihir, dan perlu mengasah kemampuan mereka di sebuah sekolah internat. Meskipun berada di dunia yang sama, wizarding world dan muggle world nyaris tak bersentuhan. Mereka dipisahkan oleh adat kebiasaan, teknologi dan peraturan sendiri.

The Bartimaeus Trilogy:Cerita ini juga terjadi di dunia kita, tapi dengan keadaan yang sama sekali berbeda. Dunia dikuasai oleh penyihir. Commoner (orang-orang non-penyihir) harus mengikuti peraturan yang dibuat oleh kalangan penyihir yang berkuasa. Penyihir digambarkan sebagai orang-orang yang 'sell their souls to the devil', memiliki kekuasaan mutlak, kepemimpinan mereka diktator, merendahkan kelompok commoner.Tapi penyihir di sini tidak dilahirkan sebagai penyihir. Mereka juga orang biasa, yang sejak kecil sekali dilatih merapalkan mantra untuk memanggil dan mengikat makhluk halus. Para makhluk halus inilah yang melakukan sihir. Penyihir memperbudak makhluk halus demi kekuasaan, sementara makhluk halus yang mereka ikat hanya terpaksa melakukannya.

Membaca Fantasi
Mengapa suka dengan fantasi? Fantasi menyuguhkan cerita yang dapat membuat pembacanya seakan berada di dunia lain, bebas berkhayal bersama sang pengarang, jauh dari peraturan dan keterbatasan dunia nyata. Beberapa orang ada yang berpendapat fantasi adalah sebuah eskapisme, tapi saya tidak setuju. Menurut pengamatan saya, penggemar fantasi adalah orang-orang yang justru memiliki kehidupan bahagia, berdaya khayal tinggi dan easy going. Berkhayal sebebas-bebasnya. Itulah yang dirasakan penggemar fantasi, tanpa harus terikat logika dan hal-hal yang masuk akal. Mungkin ini juga sebabnya sebagian besar buku fiksi fantasi ditujukan bagi pembaca anak-anak. Anak-anak memiliki daya khayal luar biasa, takkan mempertanyakan sebuah kejadian itu logis atau tidak, masuk akal atau tidak.Seorang penulis cerita fantasi anak-anak harus bisa menempatkan dirinya sebagai anak-anak, berpikir sebagai anak-anak, berdaya khayal anak-anak, menciptakan dunia dimana tak ada yang mustahil. Pengarang cerita fantasi dewasa menciptakan dunia yang lebih 'believable', membatasi antara yang mungkin dan tidak mungkin dengan cara mereka sendiri.Alur cerita, cara membangun 'dunia lain', makhluk-makhluk khayalan, karakter tokoh yang kuat, heroism, kekuatan supranatural, adalah beberapa daya tarik cerita fantasi bagi penggemarnya. Penggemar fantasi tertarik untuk pergi jauh dari dunia nyata, mengagumi daya khayal sang penulis dan berekreasi ke tempat yang tak mungkin dikunjungi manusia manapun.

Fantasi Hanya Milik Pengarang Luar negeri?Tidak. Sejak dulu cerita rakyat Indonesia penuh dengan fantasi. Mulai dari Malin Kundang, Calon Arang, Timun Mas dan lain sebagainya. Tapi sekarang hanya sedikit fiksi karya pengarang dalam negeri yang menyentuh fantasi. Apa kendalanya? Ini beberapa kendala yang menjadi pengamatan saya:1. Dibatasi oleh adat ketimuran dan keagamaan. 2. Kita tak memiliki origin fantasi, hanya klenik.3. Takut tenggelam dibandingkan dengan karya-karya pengarang luar negeri.4. Kalau menciptakan dunia yang sama sekali baru, takut dianggap karyanya adalah karya terjemahan.5. Apakah ada penerbit yang mau mengambil resiko menerbitkan?Bisakah makhluk halus tradisi lokal dijadikan bahan cerita fantasi, bukan horor? Pengarang-pengarang luar pun menyuguhkan makhluk-makhluk folklore dalam cerita mereka, tapi pandangan masyarakat luas tentang makhluk itu tiba-tiba diporak-porandakan oleh sang pengarang. Contoh adalah buku Monster Mission karya Eva Ibbotson. Di buku ini dikisahkan sebuah makhluk laut raksasa bernama kraken. Menurut folklore dari Norwegia, kraken adalah monster laut yang mengerikan, dapat menenggelamkan kapal dan amat buas. Tapi dalam cerita Monster Mission, sang kraken menjadi sesosok makhluk raksasa yang lembut hati, penjaga kestabilan laut dan jagat raya, penuh kasih dan bertugas sebagai penyelamat dunia.Pengarang lokal takkan kehabisan bahan, tapi butuh keberanian untuk memulai cara bercerita seperti ini.Menerjemahkan Fiksi FantasiBanyak istilah-istilah buatan sang pengarang sendiri dalam buku fantasi. Penerjemah mungkin menemukan dilema dalam menerjemahkan beberapa kata sihir, nama benda, nama makhluk-makhluknya, dan kategori penyihir. Misalnya dalam bahasa Inggris terdapat kata wizard, witch, sorcerer, enchanter/tress, mage, magician, dan lain-lain. Apakah hanya dijadikan satu jenis sebagai 'penyihir'? Atau dicari persamaan lain? Beberapa mungkin dapat dikategorikan hanya sebagai penyihir, beberapa lagi harus ditulis persis seperti aslinya.Menerjemahkan fantasi memaksa si penerjemah untuk memiliki daya khayal sendiri, akan diceritakan ulang seperti apa buku yang sedang diterjemahkannya. Beranikah menciptakan kata sendiri dalam bahasa Indonesia yang sedikitnya paling mirip dengan yang ingin disampaikan si pengarang? Contohnya kata scrumdiddlyumptious yang diciptakan Roald Dahl saya terjemahkan menjadi ramnyamnyam karena menggambarkan sesuatu yang lezat sekali. Seorang penerjemah adalah pengarang tak bebas, yang harus memeras otak juga untuk menciptakan beberapa kata yang paling memungkinkan untuk menyampaikan ide sang pengarang tanpa melenceng jauh dari aslinya.

Poppy D. Kartadikaria
Sumber: Ruang Baca Tempo, Forum Lautan Indosiar

Friday, February 02, 2007

FireHeart Project - Skill List

FIREHEART GLOSSARY
LIST OF SKILLS AND SPELLS – A STUDY

DAFTAR JURUS DAN SIHIR

Bilingual Version – English and Bahasa Indonesia

FireHeart – Legend of the Paladins
Book One: Chronicles of a Bounty Hunter
Book Two: Masks of the Soul

Update: December 22, 2006

Robert Chandler (Golok Panjang / Long Saber – Emmerich’s, Grimlock)
Basic Sword Mastery:
Power Bash = Sabetan Tenaga Inti
Jump Slash = Sabetan Meloncat
Ten-Point Chain Slash = Serangan Pedang Sepuluh Penjuru
Three-Point Chain Slash = Serangan Pedang Tiga Penjuru
Air Slash = Sabetan Pembelah Angin


18 Dragons - variants for sword:
1 Dragon Wings Air Slash = Sayap Naga Pembelah Angin
2 Dragon Wings Fire Slash = Peluru Sabit Api Naga
3 Exploding Fire Slash = Sabetan Ledakan Api
3 (variant of 2) Crossfire Slash = Peluru Api Naga Saling Silang
4 Dragon Tailsweep = Cambukan Ekor Naga

5 Dragon Hammering Down =
Pedang Naga Menghunjam Bumi / Naga Terjun Menghunjam Bumi
6 Rising Dragon Uppercut Slash =
Pedang Naga Membelah Langit / Naga Bangkit Mendaki Langit
7 Sleeping Dragon Curls Up = Naga Tidur Menggulung Awan
8 Angry Dragon Stomping = Naga Marah Menghentak Gunung
9 Twin Dragons Scour the Seas = Naga Kembar Mengarung Laut
10 Dances of Myriad Dragons = Tarian Selaksa Naga

11 Blue Dragon’s Roar of Pain = Naga Biru Meraung Duka
12 Green Dragon Dive Strike = Naga Hijau Menyerang Terjun
13 Red Dragon Hellraiser = Naga Merah Pembangkit Neraka
14 Black Dragon Soulstealer = Naga Hitam Penghisap Sukma
15 Gold Dragon Dominator = Naga Emas Penakluk Semesta

16 Wrath of the Dragon God = Murka Dewa Naga (one-strike fully concentrated)
17 Nine-Headed Dragon = Naga Berkepala Sembilan (nine-slashes combo)
18 Regrets of the Dragon = Penyesalan Sang Naga (18 styles combo)
19 (Algaban’s variant of 18th) Supreme Absolution = Penaklukkan Mutlak

(Busur Senapan – Archery / Ilmu Panahan)
Eagle’s Eye = Mata Elang
Bull’s Eye = Bidikan Mata Banteng

Dar’gum (Great Axe / Kapak Besar – il Khatl J’nadh)

Land and Sea Divide = Pembelah Darat dan Laut
Landsplitter Quake = Gempa Pembelah Daratan

Magical, Divine and Demonic Weapons - Senjata-Senjata Dewa

Pedang Malaikat Keadilan = Angelic Sword of Justice
Pedang Iblis Pembantai = Deathblade Zweihander/ Kraal’shazar (Pedang Besar)
Grimlock = Grimlock (Golok Naga)
Esthagar = Eye of the Storm (Tongkat-Trisula Sihir)
Wyrthal = Wyrthal (Pedang Panjang)
Gloria Vadis = Gloria Vadis (Tongkat-Kapak Sihir Penyembuh)

Cristophe Deveraux (Pedang Panjang + Perisai - Wyrthal + Raven)

Basic Swordsmanship Plus:
Whirlwind Slash = Badai Berpusar Membelah Awan / Sabetan Badai Berpusar
Sword and Shield Counterstrike = Serangan Balik Pedang dan Perisai

(White / Holy Magic)
Eleison ex Tributalis = Divine Retribution
Kyrie Armageddon = Wrath of God (Armageddon)


Alexis (Twin Swords - Dua Pedang – Im’htaloc, Im’colath, Colathaloc)

The Eagle’s Last Stand = Perisai Sayap Rajawali
Eagle Fishing on the Lake = Rajawali Menyambar Ikan di Danau
Phoenix Wings Combo Slash = Sayap Api Phoenix
Phoenix Rampages in Hell = Phoenix Mengamuk di Neraka


Sheena Mekh’ta (Twin Scimitars – Dua Pedang – Dancing Scimitars)

Hypnotism (magic) = Sihir Hipnotis
Desert Storm Combo Slash = Sabetan Badai Gurun
Dancing Swords, Lost Spirits = Pedang Menari Menghisap Sukma

Carolyn (Fire & Lightning Magic / Sihir Api & Petir - Esthagar)

(Fire Magic – Sihir Api)
Firebolt = Agnii = Panah Api
Fireblast = Pyroagnios = Semburan Api Besar
Fireball = Agnios = Bola Api
Inferno = Inferno = Lautan Api Inti Neraka
Rain of Fireballs = Polyagnios / Vare Vyr’me Tyral = Hujan Bola Api
Firestorm = Severagnios = Badai Api
Incinerate = Cineragnios = Api Penghangus Total
Disintegrate = Magnaferno = Api Pemusnah Total
Wall of Fire = Agnioparadh / An Vyr’me Prdaj = Dinding Api

(Lightning Magic - Sihir Halilintar)

Lightning Blast = Semburan Halilintar = Magnavoltarus
Lightning Bolt = Sambaran Petir = Voltarus
Thunderstorm = Badai Halilintar = Polyvoltari
Chain Lightning = Halilintar Berantai = Clastrvoltari
Ball Lightning = Bola Petir = Raduyevoltari
Wrath of the Skies = Kemurkaan Langit = Xacravenos

Desmond Edmundsen
Nikanomikos Paliades
(Great Hammer – Stone, Metal and Earth Elemental – Terra NakroĂź)
(Palu Raksasa – Unsur Batu, Tanah dan Logam - Terra NakroĂź)

Megaton Impact = Hantaman Megaton
(Magic/Sihir) Stone Skin = Zirah Batu Cadas = An Behmar Letva
Landsplitter Quake = Gempa Pembelah Daratan
Earthquake Epicenter = Pusat Guncangan Gempa
Cosmoquake = Palu Dewa Penggetar Jagad
Meteor Napalm Rain = Hujan Meteor Berantai


Agustina Vyrakova (Sihir Es – Frost Wand – Tongkat Kristal Es)

Blizzard Blast = Semburan Badai Es = An Jokul’me Fyasch
Frost Arrows = Hujan Panah Es = Vare Jokul’me Tyral
Avalanche = Semburan Salju Longsor = Vare Jokulhaups Nek’havr
Frozen Doomsday = Kiamat Zaman Es = Jokulgaeanos

Don Hernan y Parvaez (Pedang Anggar - Albatross)

Requiem of the Tides = Kidung Duka Gelora Samudera
Whirlpool Polonaise / Whirlwind Thrust = Tarian Pusaran Air
Dances in the Cascades = Menari di Air Terjun
Albatross Embraces the Clouds = Burung Albatross Terbang Ke Awan
Shears of the Falling Rain = Tetes Hujan Dini Hari
Symphony of the Seven Seas = Simfoni Tujuh Samudera

Viscount Adler von Bachmann (Pedang Besar – Ulcergash, Kraal’shazar)

Tusks of a Myriad Elephants = Gading Selaksa Gajah
Pouncing Tiger Slash = Singa Putih Menerkam Mangsa
Whirlwind Slash = Badai Berpusar Membelah Awan / Sabetan Badai Berpusar
Shattering of Heaven and Earth = Penghancur Bumi dan Langit
Fingers of the Blade = Jari-jari Tapak Pedang

Lavennia Iris (Sihir Alam dan Angin, Busur Panjang Wysteria)
(Sihir Angin)

Wind Slash = Sayatan Angin Dewa = Eshmyr
Hurricane = Amukan Badai = Eshmyriad
Summon Eshmyria = Panggilan Eshmyria = An Eshmyria Aschi
Typhoon = Topan Berpusar = Raduyev Eshmyriad
Twister Tempest = Topan Penghancur Jagad = Rotr Vaishazar

(Sihir Alam / Sihir Pendukung)

Magic Protection = Medan Pelindung Sihir = Nervatr
Mass Magic Protection = Medan Pelindung Sihir Masal = Omninervatr
Dispel Magic = Mantra Penawar Sihir = Nur Delmetr
Mass Dispel Magic = Mantra Penawar Sihir Masal = Omnidelmetr
Cure Poison = Mantra Penawar Racun = Nur Halizei

Sharpen and Toughen = Yggfhylshazar = Mantra Penajam dan Pengeras
Regenerate = Yggseimathu = Mantra Pemulihan Alami

Yggdrasil’s Enchantments :

Nervatr / Omninervatr : Single / Mass Protection against magical
attacks and effects, effect lasts for a full day (approx. 24 hours).
Yggfhylshazar : Sharpen and toughen weapons and armor
Nur Halizei : Cure Poison
Yggseimathu : Regenerate and heal wounds in a quickened natural way.


Eshmyria’s Spells :

Eshmyr : Wind Slash
Eshmyriad : Hurricane
Raduyev Eshmyriad : Typhoon
An Eshmyria Aschi : Summon Eshmyria
Rotr Vaishazar : Twister Tempest
An Eshmyr Guilarr Aschi : Summon Wind Elemental

(Busur Panjang - Wysteria)

Heartseeker Shot = Bidikan Pencuri Hati
Needle Rain = Hujan Jarum Tajam
Five-Point Shot / Combo Shot = Tembakan Panah Lima Penjuru
Two-Point Shot / Combo Shot = Tembakan Panah Dua Penjuru
Heartless Arrow = Bidikan Tanpa Nurani
Wayfarer’s Volley = Bidikan Voli Penjelajah

Kyflynn (Belati Kembar Elf – Maraj’vriad)

Soul-Splitting Drill = Tusukan Berpusar Membelah Roh
Backstab = Tikaman Khianat
Cartwheel Slash = Sabetan Pusaran Roda Kereta
Cartwheel Thrust = Tikaman Pusaran Roda Kereta
Stealth = Sihir Penyamaran / Bunglon

Andreas (Tongkat-Kapak Penyembuh)
(Sihir Penyembuh)

Heal = Mantra Penyembuh = Vitali
Great Heal = Mantra Penyembuh Luka Parah = Viavitali
Mass Heal = Mantra Penyembuh Masal = Polyvitali

(White Magic – Protection and Support Spells - Sihir Pelindung & Pendukung)

Great Levitate = Mantra Pengangkat Berat = Amplifor Eleviant
Levitate = Mantra Pengangkat = Eleviant
Galatea’s Protection = Medan Pelindung Galatea = Galatr
Mass Protection = Medan Pelindung Masal = Omnigalatr

Orlevant (Busur Wysteria dan Pedang Elf)
(Wysteria Elven Bow & Elf Saber)
(Kedigdayaan Angin Api – Firestorm Supremacy)

Firestorm Devastator = Badai Api Pemusnah
Firestorm Drill Arrows = Trisabda Angin Api


Oliver MacLair (Twin Daggers - Belati Kembar – Ultimatum)

Backstab = Tikaman Khianat
Cross Dagger Slash = Sabetan Belati Menyilang
Invisibility = Sihir Menghilang

Ney’varĂ­th Ushmiel (Magic Ring - Cincin Sihir + Tangan Kosong)
Yemima Genilda (Tombak - Tongkat Sihir)
(Water Magic - Sihir Air)


Tidal Blast / Water Blast = Terjangan Ombak Besar = An Petravia Fyasch / Aquepetra
Water Spray = Semburan Air = Petravia

Zal’fira (Viper Cane – Black & Psyche Magic)
(Sihir Hitam dan Penakluk Benak)

(Black Magic)

Wall of Souls = An Nekraal’me Prdaj
Raise Dead = Omni skĂĽlag kraal gehreisen
Dark Banishment = An Nekraal’me Fyasch
Scourge of the Dead = Vare Nekraal’me Mephistopeles

(Psyche / Arcane Magic)
Sleep = Lullabio
Insanity / Mind Twist = Charrcerebron
Hypnotize / Mind Control = Mesmerous
Petrify = Basilz Barudios


Horses and Steeds’ Names

Robert’s Horse = Paeldagrin
Alexis’ Black Horse = Darkwind
Chris’ first horse = Hailweather
Iris’ White Horse = Neshmyr’damar


Weapon Names

Angelic Justice Sword = (look in DeviantArt Cover FH book 2!)

vadisworld - my way, my world

FireHeart Blog List

Vadis' Technorati Favourites

Pyr Publishing

Pat's Fantasy Hotlist

Sources and Studies Lookup

Online Reference
Dictionary, Encyclopedia & more
Word:
Look in: Dictionary & thesaurus
Computing Dictionary
Medical Dictionary
Legal Dictionary
Financial Dictionary
Acronyms
Idioms
Wikipedia Encyclopedia
Columbia Encyclopedia
by:

FireHeart Most Wanted!